Daftar Berita

MAHASISWA FKM UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN RAIH JUARA 1 LOMBA POSTER SEMINAR INTERNASIONAL
  • 29 Jun
  • 2026

MAHASISWA FKM UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN RAIH JUARA 1 LOMBA POSTER SEMINAR INTERNASIONAL

Baubau – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) di tingkat internasional.Mahasiswa FKM Unidayan, Egryana, berhasil meraih Juara 1 Lomba Poster Ilmiah dalam ajang 7th International Conference on Social Determinants of Health (ICSDH) yang diselenggarakan secara internasional dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi.Berdasarkan hasil pengumuman panitia, nama Egryana dinobatkan sebagai The 1st Winner pada kompetisi poster ilmiah tersebut. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin mampu bersaing dan menunjukkan kualitas akademik di tingkat global.Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unidayan, Dr. Rininta Andriani, M.Kes., yang sekaligus merupakan pembimbingnya, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat, khususnya Program Studi Kesehatan Masyarakat."Alhamdulillah, mahasiswa kita yang akan segera diwisuda masih terus memberikan kontribusi terbaik untuk mengharumkan nama baik Fakultas Kesehatan Masyarakat Unidayan, khususnya Program Studi Kesehatan Masyarakat. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan," ungkapnya.Lebih lanjut, Dr. Rininta menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah yang pertama bagi Egryana. Pada tahun sebelumnya, mahasiswa tersebut juga berhasil meraih penghargaan pada kompetisi poster ilmiah tingkat internasional, sehingga menunjukkan konsistensi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.Prestasi yang diraih secara berulang ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unidayan tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi riset, inovasi, dan komunikasi ilmiah melalui berbagai forum akademik internasional.Universitas Dayanu Ikhsanuddin terus mendorong sivitas akademika untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi, seminar, dan konferensi internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat reputasi universitas di tingkat nasional maupun global.Keberhasilan Egryana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik Universitas Dayanu Ikhsanuddin di berbagai ajang akademik internasional.Baca Juga Berita:6 MAHASISWA BUDIDAYA PERAIRAN UNIDAYAN MAGANG DI JEPANG, PERKUAT LANGKAH MENUJU KAMPUS BEREPUTASI INTERNASIONALLERIN UNIDAYAN GELAR PEMUTARAN FILM DOKUMENTER KOCIKA DAN DISKUSI BUDAYA CIA-CIA, RATUSAN MAHASISWA ANTUSIASLPM UNIDAYAN GELAR FGD PENYUSUNAN REGULASI PERIKANAN GURITA DI KABUPATEN BUTON

Selengkapnya
6 MAHASISWA BUDIDAYA PERAIRAN UNIDAYAN MAGANG DI JEPANG, PERKUAT LANGKAH MENUJU KAMPUS BEREPUTASI INTERNASIONAL
  • 23 Jun
  • 2026

6 MAHASISWA BUDIDAYA PERAIRAN UNIDAYAN MAGANG DI JEPANG, PERKUAT LANGKAH MENUJU KAMPUS BEREPUTASI INTERNASIONAL

Baubau – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang pengembangan akademik dan internasionalisasi. Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan mendapat kesempatan mengikuti program magang di Jepang sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi, pengalaman global, serta penguatan kualitas lulusan di bidang perikanan dan budidaya perairan.Program magang internasional ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi Unidayan sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang menuju kampus bereputasi internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik kerja di lingkungan industri perikanan Jepang, tetapi juga berkesempatan mempelajari teknologi, budaya kerja, dan sistem pengelolaan budidaya perairan yang lebih maju.Adapun enam mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut terbagi dalam dua kelompok penempatan, yakni pada perusahaan Sato Gyogyou dan Fujimura Gyogyou.Mahasiswa yang ditempatkan di Sato Gyogyou adalah:Yohanes ArmandoGofitPasha Ashhabil SiddiqSementara mahasiswa yang ditempatkan di Fujimura Gyogyou yaitu:Muhammad Israh YansenMuhamad Iksan NgadikinMuh. SuryaKeikutsertaan mahasiswa Budidaya Perairan dalam program magang di Jepang menjadi bukti nyata komitmen Program Studi dan Universitas dalam membuka akses pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, etos kerja, serta wawasan internasional mahasiswa, khususnya dalam bidang budidaya perairan dan perikanan berkelanjutan.Selain memberikan pengalaman profesional, magang internasional juga menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu budidaya perairan di negara yang memiliki sistem perikanan modern dan terintegrasi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa saat kembali ke tanah air, baik untuk pengembangan karier maupun kontribusi terhadap sektor perikanan dan kelautan di daerah.Program Studi Budidaya Perairan Unidayan terus berupaya mendorong mahasiswa agar mampu bersaing secara global melalui berbagai program penguatan akademik, kerja sama, dan pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan dunia kerja. Kesempatan magang di Jepang ini juga menjadi bagian dari implementasi semangat Kampus Berdampak yang menekankan pentingnya pengalaman belajar di luar kampus, termasuk di dunia industri dan lingkungan internasional.Dengan terlaksananya program ini, Universitas Dayanu Ikhsanuddin menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. Keberangkatan enam mahasiswa Budidaya Perairan ke Jepang diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, memperluas pengalaman, dan membawa nama baik Unidayan di tingkat internasional.Baca Juga Berita:LERIN UNIDAYAN GELAR PEMUTARAN FILM DOKUMENTER KOCIKA DAN DISKUSI BUDAYA CIA-CIA, RATUSAN MAHASISWA ANTUSIASLPM UNIDAYAN GELAR FGD PENYUSUNAN REGULASI PERIKANAN GURITA DI KABUPATEN BUTONPENYERAHAN SK IZIN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN PROGRAM SARJANA DAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER OLEH KEMENRISTEKDIKTI

Selengkapnya
LERIN UNIDAYAN GELAR PEMUTARAN FILM DOKUMENTER KOCIKA DAN DISKUSI BUDAYA CIA-CIA, RATUSAN MAHASISWA ANTUSIAS
  • 18 Jun
  • 2026

LERIN UNIDAYAN GELAR PEMUTARAN FILM DOKUMENTER KOCIKA DAN DISKUSI BUDAYA CIA-CIA, RATUSAN MAHASISWA ANTUSIAS

Baubau, 18 Juni 2026 – Lembaga Riset dan Inovasi Universitas Dayanu Ikhsanuddin (LeRIN Unidayan) menggelar kegiatan Pemutaran Film dan Diskusi Budaya bertajuk KOCIKA: Astrologi Tradisional Masyarakat Cia-Cia di Baruga La Ode Malim Unidayan, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari ratusan mahasiswa yang hadir untuk menyaksikan film dokumenter sekaligus mengikuti diskusi mengenai pengetahuan tradisional masyarakat Cia-Cia sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Buton.Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik dan kultural bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Tidak hanya menampilkan pemutaran film dokumenter, acara ini juga dirangkaikan dengan diskusi budaya yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, budayawan, dan sutradara.Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Dr. La Ode Abdul Munafi, M.Si. selaku akademisi, La Ode Alirman, S.H. selaku budayawan Buton, Haeruddin, S.Pd., M.A. dan Arif Relano Oba selaku sutradara, dengan Dr. Ld. Syaiful Islamy H., M.Si. Kepala Lembaga Riset dan Inovasi Unidayan yang juga bertindak sebagai moderator.Sutradara film KOCIKA, Haeruddin yang juga merupakan Dekan FKIP Unidayan, menjelaskan bahwa proses penggarapan film dokumenter tersebut telah dimulai sejak tahun 2025. Namun, realisasi produksi hingga penayangan baru dapat terlaksana pada tahun 2026 setelah memperoleh dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Dana Indonesiana.Menurutnya, Kota Baubau dipilih sebagai lokasi pemutaran karena memiliki keterkaitan erat dengan latar produksi film. Sebagian besar proses pengambilan gambar dilakukan di Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Sorawolio, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan masyarakat suku Cia-Cia.Haeruddin mengungkapkan bahwa tema Kocika memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman pribadinya. Kenangan masa kecil saat tinggal di lingkungan keluarga yang mengenal praktik Kocika menjadi salah satu inspirasi dalam proses kreatif film tersebut. Bagi dirinya, Kocika bukan sekadar tradisi lama, melainkan bagian dari pengetahuan lokal yang pernah menjadi pedoman masyarakat dalam menentukan waktu, membaca pertanda, dan mengambil keputusan penting dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pemaparannya, Haeruddin menjelaskan bahwa Kocika di wilayah Sorawolio memiliki karakteristik tersendiri. Tradisi ini digunakan untuk membaca peredaran bulan dan hari guna menentukan waktu yang dianggap baik untuk melakukan aktivitas tertentu. Dalam keyakinan masyarakat, terdapat hari-hari yang dipandang membawa pertanda baik maupun kurang baik. Di sisi lain, praktik Kocika juga berkaitan dengan ritual tertentu yang dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi persoalan hidup.Melalui film dokumenter ini, Haeruddin berharap generasi muda dapat lebih mengenal dan menghargai pengetahuan leluhur sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Ia menilai warisan budaya lokal perlu dipahami secara bijak, bukan untuk dipertentangkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi sebagai bagian dari khazanah pengetahuan yang patut dipelajari dan dilestarikan.Sementara itu, La Ode Alirman menegaskan bahwa Kocika merupakan salah satu warisan pengetahuan masyarakat Buton yang telah dikenal sejak masa lampau. Dalam tradisi masyarakat Cia-Cia, simbol-simbol dalam Kocika diyakini memiliki makna tertentu yang berkaitan dengan pembacaan waktu, peristiwa, dan pertimbangan hidup.Menurutnya, penting bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerahnya sendiri agar tidak kehilangan keterhubungan dengan akar identitas lokal. Pemahaman terhadap tradisi seperti Kocika dinilai dapat menumbuhkan kesadaran budaya sekaligus memperkuat penghargaan terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, khususnya pada sesi diskusi budaya. Sejumlah mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdialog langsung dengan para narasumber mengenai makna Kocika, relevansinya di tengah perkembangan zaman, serta tantangan dalam menjaga keberlanjutan kearifan lokal di era modern.Melalui kegiatan ini, Unidayan kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki komitmen dalam pelestarian budaya lokal. Pemutaran film dokumenter KOCIKA dan diskusi budaya ini diharapkan menjadi medium edukatif bagi mahasiswa untuk lebih mengenal, memahami, dan merawat warisan budaya daerah sebagai bagian penting dari identitas bangsa.Baca Juga Berita:LPM UNIDAYAN GELAR FGD PENYUSUNAN REGULASI PERIKANAN GURITA DI KABUPATEN BUTONPENYERAHAN SK IZIN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN PROGRAM SARJANA DAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER OLEH KEMENRISTEKDIKTIUNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN MATANGKAN PERSIAPAN WISUDA SARJANA KE-53 DAN PASCASARJANA KE-32 MELALUI RAPAT KOORDINASI PANITIA

Selengkapnya