Baubau, 26 Oktober 2024 – Universitas Dayanu Ikhsanuddin melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dan Sekolah Mitra Pendidikan Profesi Guru (PPG), bertempat di Buton Villa, Kota Baubau. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Rasmuin, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional dan berkompeten.Dalam rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu 26-27 Oktober 2024, juga digelar Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion/FGD). FGD ini bertujuan untuk membahas lebih dalam terkait usulan pembukaan program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada bidang Pendidikan Sejarah, Ekonomi, dan Bahasa Inggris.Sebagai pengisi materi, Dr. Hari Wibawanto, MT., dari Universitas Negeri Semarang, turut berpartisipasi secara daring melalui platform Zoom. Dr. Hari Wibawanto dalam pemaparannya memberikan wawasan mendalam mengenai kebutuhan, tantangan, serta manfaat pembukaan program studi PPG dalam menghadapi tuntutan profesi guru yang semakin kompleks di era saat ini.Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan penting bagi Unidayan dalam upaya memperluas cakupan program pendidikan profesi guru di tingkat lokal dan nasional. Dr. Rasmuin menyatakan, “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghasilkan guru-guru yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, namun juga mampu menjadi pelopor perubahan dan kemajuan dalam dunia pendidikan.”Kegiatan yang akan berlanjut hingga esok hari ini diharapkan mampu menghasilkan rencana konkret dan usulan pembukaan program studi baru yang sejalan dengan kebutuhan pendidikan nasional. Universitas Dayanu Ikhsanuddin terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi guru di Indonesia melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai pihak.
SelengkapnyaAula Rektorat, 24 Oktober 2024 - Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data akademik serta penyusunan dan evaluasi strategi, Universitas Dayanu Ikhsanuddin melaksanakan dua agenda penting pada hari ini. Agenda pertama adalah Implementasi Sistem Informasi Manajemen Akademik (SIAMA), yang dirancang untuk mempermudah proses administrasi akademik, seperti pendaftaran mahasiswa, pengelolaan kurikulum, hingga monitoring akademik secara real-time. Dengan adanya SIAMA, diharapkan segala proses akademik di tingkat fakultas dan program studi dapat berjalan lebih cepat, terstruktur, dan transparan.Pada agenda kedua, dilakukan Sosialisasi Instrumen Evaluasi Rencana Strategis (Renstra) Fakultas, Program Pascasarjana, dan Program Studi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh program studi dan fakultas di Unidayan dapat secara konsisten mengevaluasi capaian target yang telah direncanakan dalam Renstra masing-masing. Dengan instrumen evaluasi yang komprehensif, fakultas dan program studi dapat mengukur kinerja, menilai efektivitas strategi yang dijalankan, serta melakukan penyesuaian kebijakan yang diperlukan.Dalam sambutannya, Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Ir. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, menyampaikan bahwa penerapan SIAMA dan evaluasi Renstra yang efektif akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. "Dengan kemajuan teknologi informasi dan penguatan perencanaan strategis, kita dapat memastikan bahwa Universitas Dayanu Ikhsanuddin mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0 ini," ujar beliau.Para peserta rapat yang terdiri dari pimpinan fakultas, Lembaga, dan Pascasarjana tampak antusias mengikuti agenda tersebut, mengingat pentingnya kolaborasi antara sistem manajemen akademik yang terintegrasi dengan perencanaan strategis yang matang. Kedua agenda ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas manajemen akademik dan pengelolaan program di seluruh unit kerja di Unidayan.
SelengkapnyaBaubau, 23 Oktober 2024 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX melaksanakan workshop dengan tema: "Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)" pada hari Rabu, 23 Oktober 2024, di Auditorium STIKES Baubau. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat penerapan kebijakan MBKM di lingkungan perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI IX.Universitas Dayanu Ikhsanuddin turut berpartisipasi dalam workshop ini dengan mengirimkan perwakilan dosen, yaitu La Eru Ugi, S.Pd., M.Pd., Dian Lestari, S.Pd., M.Pd., Suwarni La Usa, S.Pd., M.Pd., dan L.M. Rauda Agus Udaya Manarfa, S.Sos., M.Si.. Kehadiran para dosen Unidayan ini menunjukkan komitmen institusi untuk mendukung kebijakan pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa melalui fleksibilitas pembelajaran.Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. M. Abduh Isris, M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, ST., MT., yang masing-masing membawakan materi mengenai pentingnya inovasi kurikulum dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. MBKM memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai pengalaman praktis seperti magang, riset, atau kegiatan sosial. Kebijakan ini adalah jawaban atas kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Mahasiswa harus dibekali dengan kemampuan yang relevan agar siap beradaptasi,Serta pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri dan masyarakat. Workshop ini memberikan ruang diskusi bagi dosen dan akademisi untuk bertukar pikiran mengenai tantangan serta peluang dalam mengimplementasikan MBKM. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, institusi pendidikan tinggi, termasuk Unidayan, dapat semakin siap dalam menerapkan kebijakan MBKM demi menciptakan lulusan yang unggul dan kompeten di tingkat nasional maupun internasional.Partisipasi Unidayan dalam acara ini juga menunjukkan komitmen universitas dalam memajukan pendidikan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada masa depan, sejalan dengan visi Merdeka Belajar yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Selengkapnya