Baubau – 2 Agustus 2025 – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) kembali mengukir prestasi akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Rasmuin, S.Pd., M.Pd. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Baruga La Ode Malim dan menjadi momentum bersejarah bagi perjalanan akademik Prof. Rasmuin yang telah mengabdi di Unidayan selama puluhan tahun.Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Penerapan Prinsip-Prinsip Penilaian Pembelajaran untuk Mendukung Sistem Pendidikan Berbasis Luaran (Outcome Based Education) yang Berdampak”, Prof. Rasmuin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup hanya dengan rekonstruksi kurikulum, tetapi juga harus diiringi penerapan sistem penilaian dan evaluasi yang valid, reliabel, akuntabel, transparan, berkeadilan, objektif, dan edukatif. Menurutnya, prinsip-prinsip ini menjadi kunci untuk memastikan capaian pembelajaran lulusan (CPL) benar-benar tercapai dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.Ia juga memaparkan pentingnya sinergi antara Outcome Based Curriculum (OBC), Outcome Based Learning and Teaching (OBLT), dan Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE) yang dihubungkan dengan prinsip Continuous Improvement. Sebagai bentuk kontribusi nyata, Prof. Rasmuin telah mengembangkan beberapa aplikasi berbasis Microsoft Excel untuk mendukung implementasi kurikulum berbasis OBE di Unidayan, termasuk Aplikasi Kurikulum Berbasis OBE, AKUIS_2025, Aplikasi DPNA, dan Aplikasi Laporan Pemenuhan CPL yang telah terdaftar atau diajukan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).Prof. Rasmuin memulai kiprah akademiknya di Unidayan sejak 1994 dan pernah menduduki berbagai jabatan strategis, termasuk Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dekan FKIP, Direktur Pascasarjana, Kepala LPPM, hingga Wakil Rektor Bidang Akademik. Ia ditetapkan sebagai Guru Besar pada 1 Desember 2024 dan resmi dikukuhkan pada 2 Agustus 2025.Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh dosen Unidayan untuk konsisten menerapkan prinsip-prinsip penilaian pembelajaran demi menjadikan Unidayan sebagai Kampus Berdampak. “Tujuh prinsip penilaian ini, jika kita tegakkan, akan memberikan gambaran valid dan reliabel tentang kekayaan akademik mahasiswa yang menjadi modal utama bersaing di dunia kerja,” ujarnya. Pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Prof. Rasmuin, tetapi juga tonggak penting bagi Unidayan dalam memperkuat kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global.
SelengkapnyaBaubau – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) kembali mencatat sejarah penting dalam perjalanan akademiknya dengan mengukuhkan tiga Guru Besar sekaligus, pada acara Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung di Baruga La Ode Malim, Minggu (03/08/2025).Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Guru Besar oleh Pegawai LLDIKTI Wilayah IX Bidang Sumberdaya Perguruan Tinggi, Bapak Andi Faisal, S.E., M.M., untuk:👨🏫 Prof. Dr. La Dunifa, S.Pd., M.Pd.👨🏫 Prof. Dr. Rasmuin, S.Pd., M.Pd.Selanjutnya, Rektor Unidayan Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., membacakan Berita Acara Pengukuhan Guru Besar, didampingi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, Dr. Andi Lukman, M.Si., serta Ketua Harian Yayasan Pembina Unidayan, Wa Ode Maasra, S.Sos., M.Si.Momen bersejarah ini juga menjadi semakin sakral dengan diserahkannya SK Guru Besar kepada Prof. Dr. Andi Tenri Machmud, M.Si. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si., kepada Rektor Unidayan untuk kemudian diserahkan kepada yang bersangkutan.Dalam sambutannya, Rektor Unidayan Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., menyampaikan bahwa penambahan tiga Guru Besar baru ini merupakan wujud nyata komitmen Unidayan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, riset, dan pengabdian masyarakat. “Dengan hadirnya tiga Guru Besar baru ini, Unidayan semakin mantap menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia,” ungkapnya.Ketua Harian Yayasan Pembina Unidayan, Wa Ode Maasra, S.Sos., M.Si., turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia berharap, keberadaan Guru Besar dapat memberikan inspirasi bagi dosen-dosen lain untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat.Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., menegaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya membanggakan Unidayan, tetapi juga menjadi kontribusi besar bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. “Kami berharap para Guru Besar dapat terus menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan, riset, dan inovasi di wilayah ini,” ujarnya.Dengan dikukuhkannya Prof. Dr. La Dunifa, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Rasmuin, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Dr. Andi Tenri Machmud, M.Si., kini Unidayan telah memiliki enam Guru Besar aktif, memperkuat posisi kampus ini sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia Timur.#Unidayan #GuruBesarUnidayan #SKGuruBesar #PengukuhanGuruBesar #AkademikUnidayan #KampusBaubau #PrestasiAkademik
SelengkapnyaBaubau — Lembaga Pengembangan Pendidikan, Penjaminan Mutu, dan Layanan Karier (LP3MLK) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menyelenggarakan Sharing Session bertema “From Campus to Career: Langkah Cerdas Menjadi Profesional Muda” bagi 450 calon wisudawan angkatan ke-51, Kamis (31/07/2025), bertempat di Baruga La Ode Malim.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis kampus dalam membekali lulusan dengan wawasan karier dan kesiapan mental menghadapi dunia profesional yang dinamis.Kepala LP3MLK Unidayan, Dr. Rosnani Said, dalam sambutannya menekankan pentingnya transisi yang terencana dari dunia akademik menuju dunia kerja. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan lulusan bukan hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun sikap profesional, etika kerja, dan adaptasi terhadap tantangan di dunia nyata.“Melalui kegiatan ini, kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi sarjana, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat sebagai profesional muda yang tangguh dan berintegritas,” jelas Dr. Rosnani.Dalam sesi berbagi tersebut, para peserta mendapatkan insight langsung dari narasumber berpengalaman di bidang pengembangan karier, kewirausahaan, dan dunia industri. Materi yang disampaikan meliputi strategi menembus dunia kerja, membangun mindset profesional, serta peluang karier pasca-kampus.Sharing Session ini juga menjadi momentum refleksi dan motivasi bagi para calon wisudawan agar mampu menentukan arah langkah masa depan dengan bijak dan penuh keyakinan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin LP3MLK Unidayan setiap menjelang prosesi wisuda, sebagai bentuk komitmen institusi dalam memastikan bahwa setiap lulusan siap berdaya saing di tengah tantangan global dan perkembangan dunia kerja yang semakin kompleks.
Selengkapnya