Daftar Berita

UNIDAYAN BAUBAU CETAK 445 LULUSAN BERKOMPETEN DARI BERBAGAI PROGRAM STUDI, DIHARAPKAN BERKONTRIBUSI BAGI PEMBANGUNAN DAERAH
  • 03 Aug
  • 2025

UNIDAYAN BAUBAU CETAK 445 LULUSAN BERKOMPETEN DARI BERBAGAI PROGRAM STUDI, DIHARAPKAN BERKONTRIBUSI BAGI PEMBANGUNAN DAERAH

Baruga La Ode Malim – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana ke-51 dan Wisuda Pascasarjana ke-30 Periode I Tahun 2025, Minggu (03/08/2025) di Baruga La Ode Malim, Kampus Unidayan Baubau.Kegiatan akbar ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan, La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, S.Sos., Pj. Sekda Kota Baubau Drs. MZ. Amril Tamim, M.Si., Pj. Sekda Buton Selatan Drs. La Ode Darusalam, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, ST., Danpos AL Baubau Kapten Marinir Catur Suryo, M.S.Sos., Ketua Yayasan Pembina Unidayan Hj. Waode Maasra Manarfa, S.Sos., M.Si., Rektor Unidayan Ir. H. LM. Syamsul Qamar, M.T., serta Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Andi Lukman, S.Sos., M.Si. Hadir pula perwakilan pemerintah daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan perbankan, pelaku usaha, serta orang tua/wali dari para wisudawan.Pada wisuda kali ini, Unidayan meluluskan 445 orang lulusan yang terdiri dari 40 orang program Pascasarjana dan 405 orang program Sarjana. Rinciannya adalah:Pascasarjana Ilmu Administrasi Negara: 34 lulusanPascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris: 2 lulusanPascasarjana Hukum: 4 lulusanSarjana Sosial dan Ilmu Politik: 31 lulusanSarjana Keguruan dan Ilmu Pendidikan: 68 lulusanSarjana Ekonomi: 31 lulusanSarjana Perikanan dan Ilmu Kelautan: 6 lulusanSarjana Hukum: 69 lulusanSarjana Teknik: 169 lulusanSarjana Kesehatan Masyarakat: 22 lulusanSarjana Pertanian: 9 lulusanRangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan sidang senat oleh Rektor Unidayan, Ir. H. LM. Syamsul Qamar, M.T. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pembina Unidayan, Hj. Waode Maasra Manarfa, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia berpesan agar para lulusan terus mengembangkan diri, menjaga nama baik keluarga dan almamater, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Andi Lukman, S.Sos., M.Si., memberikan penghargaan atas kontribusi Unidayan dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa tantangan sesungguhnya akan dihadapi di tengah masyarakat, dan berharap mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional maupun daerah, khususnya di wilayah Kepulauan Buton.Dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Unidayan Periode I Tahun 2025 ini menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan universitas untuk terus mencetak lulusan berkompeten, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Selengkapnya
PROF. DR. ANDI TENRI MACHMUD RESMI TERIMA SK GURU BESAR DARI LLDIKTI WILAYAH IX
  • 02 Aug
  • 2025

PROF. DR. ANDI TENRI MACHMUD RESMI TERIMA SK GURU BESAR DARI LLDIKTI WILAYAH IX

Baruga La Ode Malim – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) mencatat momen bersejarah pada acara Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung di Baruga La Ode Malim, Minggu (03/08/2025). Di tengah prosesi pengukuhan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru Besar kepada Prof. Dr. Andi Tenri Machmud, M.Si.SK Guru Besar tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, Dr. Andi Lukman, M.Si., kepada Rektor Unidayan Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., untuk kemudian diberikan secara resmi kepada Prof. Dr. Andi Tenri Machmud, M.Si.Dalam sambutannya, Rektor Unidayan menegaskan bahwa penyerahan SK Guru Besar di tengah acara pengukuhan menjadi bukti nyata peningkatan kualitas sumber daya manusia Unidayan. “Momen ini menegaskan komitmen Unidayan dalam melahirkan akademisi unggul yang akan terus memperkuat riset, pengajaran, dan pengabdian masyarakat,” ujarnya.Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., juga menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Ia menilai penambahan Guru Besar baru akan semakin memperkuat kontribusi Unidayan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya di kawasan timur Indonesia.Adapun untuk acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Andi Tenri Machmud, M.Si. akan dilaksanakan secara resmi pada prosesi Wisuda Periode II Tahun 2025 mendatang, sekaligus menjadi rangkaian penting dalam agenda akademik Unidayan.Dengan penyerahan SK ini, Prof. Dr. Andi Tenri Machmud, M.Si., resmi bergabung dalam jajaran Guru Besar Universitas Dayanu Ikhsanuddin, memperkokoh reputasi Unidayan sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia Timur.#ProfAndiTenriMachmud #GuruBesarUnidayan #SKGuruBesar #LLDIKTIWilayahIX #UniversitasDayanuIkhsanuddin

Selengkapnya
ORASI ILMIAH PROF. LA DUNIFA UNGKAP TREN KEKINIAN DAN HILANGNYA NAMA KHAS BUTON
  • 02 Aug
  • 2025

ORASI ILMIAH PROF. LA DUNIFA UNGKAP TREN KEKINIAN DAN HILANGNYA NAMA KHAS BUTON

Baubau – 2 Agustus 2025 – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) kembali mencetak sejarah akademik dengan dikukuhkannya Prof. Dr. La Dunifa, S.Pd., M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang TEFL Methodology dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang berlangsung di Baruga La Ode Malim. Ia menjadi Guru Besar ke-4 di Unidayan, menambah deretan akademisi bergelar profesor di kampus tersebut.Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Tren Kekinian dalam Praktek Pemberian Nama Masyarakat Buton Sulawesi Tenggara: Resistensi Antroponim Lokal terhadap Globalisasi”, Prof. La Dunifa mengungkap kekhawatirannya terhadap punahnya sistem penamaan tradisional masyarakat Buton. Ia memaparkan bahwa penggunaan penanda gender khas Buton, seperti La untuk laki-laki dan Wa untuk perempuan, kini semakin jarang digunakan, digantikan oleh nama-nama dari budaya lain akibat arus globalisasi. Berdasarkan data yang diolah dari dua kabupaten eks Kesultanan Buton, hanya sekitar 2% anak yang lahir pada periode 2022–2024 masih menggunakan unsur nama tradisional tersebut, dan jumlahnya terus menurun setiap tahun.Prof. La Dunifa lahir di Biwinapada, Siompu, Kabupaten Buton pada 13 Agustus 1968. Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD di kampung halaman, SMA Negeri 1 Baubau (1988), D-2 Tadris IAIN Alauddin Ujung Pandang (1989), S-1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pattimura Ambon (1996), S-2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang (2004), dan S-3 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Jakarta (2012). Ia juga pernah menempuh Doctoral Sandwich Program di University of Illinois, Urbana-Champaign, Amerika Serikat (2011–2012).Kariernya dimulai sebagai guru SMP dan SMA di Kabupaten Buton (1998–2013), sebelum diangkat sebagai dosen PNS pada LLDIKTI Wilayah IX dan ditempatkan di Unidayan sejak 2013. Ia meraih jabatan Lektor pada 2016, Lektor Kepala pada 2020, dan resmi menjadi Guru Besar pada 1 Desember 2024.Kiprahnya di dunia akademik dibuktikan dengan berbagai publikasi internasional bereputasi yang terindeks Scopus, antara lain di Voprosy Onomastiki, Novitas-Royal, dan Studies in English Language and Education. Ia juga aktif menjadi reviewer di berbagai jurnal internasional. Penghargaan prestisius seperti Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI (2022) dan Best Paper Award dari International Council of Onomastics Sciences (2025) turut ia raih berkat kontribusinya pada kajian linguistik dan pendidikan bahasa.Dalam pidato pengukuhannya, Prof. La Dunifa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, rekan sejawat, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya. Ia berpesan kepada para dosen muda agar tidak gentar menghadapi tantangan menuju jabatan akademik tertinggi, karena menurutnya, “Ke Guru Besar itu sukar, justru di situlah letak kehebatannya.”Dengan dikukuhkannya Prof. La Dunifa, Unidayan semakin memperkuat posisi akademiknya sebagai salah satu perguruan tinggi di Kawasan Timur Indonesia yang konsisten melahirkan karya ilmiah dan pemikiran kritis untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya lokal.

Selengkapnya