Istana Ilmiah, 27 Juli 2023 - Hari Kamis yang bersejarah bagi Universitas Dayanu Ikhsanuddin! Lembaga Riset dan Inovasi (LeRIn) Unidayan sukses menyelenggarakan acara Pemutaran Film Dokumenter dan Bincang Budaya yang menarik, "Pande Paho Mayasa." Sutradara Arif Relano Oba menghadirkan film yang menggugah hati, hasil riset dari dosen FKIP Pendidikan Sejarah Unidayan, yaitu Bapak Haeruddin, S.Pd, MA, dan Rustam Awat, S.Sn, M.Hum (Program dari Kemendikbudristek lewat hibah Danaindonesiana). Acara ini berlangsung di Istana Ilmiah Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan dimulai pukul 19.30 Wita. 🌟🎥Film ini berkisah tentang pande paho mayasa (tukang pahat nisan) kayu berukir di Desa Hendea, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, yang bekerja dalam sunyi untuk mempertahankan tradisi di bawah kepatuhan pada adat. Mereka menjalani takdir sebagai pande paho mayasa demi tegaknya budaya dalam prosesi pelepasan roh menuju alam keabadian.Acara pemutaran film tersebut berlangsung di Istana Ilmiah Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, serta pecinta seni dan budaya. Dimulai pukul 19.30 Wita, suasana Istana Ilmiah terasa begitu meriah dengan kehadiran para tamu undangan yang antusias menyaksikan hasil karya inspiratif dari sutradara dan peneliti berbakat.Bapak Haeruddin, S.Pd, MA dan Rustam Awat, S.Sn, M.Hum., yang merupakan dosen di Program Studi Pend. Sejarah, FKIP Unidayan, berperan penting dalam menghasilkan film ini. Riset mendalam yang mereka lakukan mengungkapkan cerita-cerita unik tentang pande paho mayasa dan mendokumentasikan betapa berharganya pelestarian budaya ini bagi masyarakat setempat.Dalam film ini, penonton diajak untuk menyaksikan keindahan seni ukir kayu yang disampaikan dengan begitu teliti dan penuh makna. Karya-karya mereka merupakan hasil dari warisan turun temurun yang terus dijaga keasliannya, dan film ini menggambarkan betapa pentingnya peran pande paho mayasa dalam menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan lestari.Kepala Lembaga Riset dan Inovasi Unidayan, Dr. La Ode Syaiful Islamy H, mengungkapkan pentingnya peran penelitian dan dokumentasi budaya untuk pelestarian warisan nenek moyang. Ia berharap film "Pande Paho Mayasa" dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai, menghargai, dan meneruskan tradisi budaya Indonesia.Dengan pemutaran "Pande Paho Mayasa", diharapkan film dokumenter ini akan menjadi salah satu karya yang berdampak positif dan menginspirasi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan kebudayaan lokal.
SelengkapnyaUnidayan, 25 Juli 2023 - Lima mahasiswa Program Studi Manajemen dari Fakultas Ekonomi di Universitas Dayanu Ikhsanuddin telah berhasil lolos Program Magang Berbasis Kemahasiswaan (MBKM) Kampus Mengajar. Kelima mahasiswa berprestasi tersebut siap untuk berkontribusi dalam memberikan pendidikan berkualitas kepada masyarakat di wilayah terpencil kepulauan Buton.Program MBKM Kampus Mengajar merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam memajukan pendidikan di daerah. Dengan bergabung dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan masyarakat, sehingga tercipta sinergi positif antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitarnya.Kelima mahasiswa yang berhasil lolos seleksi untuk Program MBKM Kampus Mengajar dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi adalah:Nabillah Fitriani N (21310008)Iyen Saputri (21310023)Nur Fitrianthy (21310069)Fenti Astria (21310071)Afrizal Yudha Pratama (121310027)Dalam seleksi yang ketat, kelima mahasiswa ini berhasil menunjukkan komitmen, dedikasi, dan semangat tinggi dalam mengabdi untuk masyarakat. Mereka telah menarik perhatian tim seleksi melalui prestasi akademik yang gemilang dan pengalaman kepemimpinan yang beragam.Para mahasiswa ini akan memulai program MBKM Kampus Mengajar dengan berbagai kegiatan, seperti memberikan bimbingan belajar, mengadakan pelatihan kewirausahaan, serta menyelenggarakan kegiatan sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah sekitar kampus.Wa Ode Nur Ainun, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi di Universitas Dayanu Ikhsanuddin, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian kelima mahasiswa tersebut. "Kami sangat bangga dengan prestasi para mahasiswa kami yang berhasil lolos dalam Program MBKM Kampus Mengajar. Semoga kontribusi mereka dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam pengembangan pendidikan di lingkungan sekitar," ujar Ainun.Dengan semangat pengabdian dan keinginan untuk berkontribusi bagi masyarakat, kelima mahasiswa ini siap menjalani program MBKM Kampus Mengajar dan memberikan dampak positif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah sekitar kampus.Unidayan berharap, melalui program ini, akan lahir pemimpin masa depan yang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap isu-isu sosial di sekitar mereka. Selamat dan sukses untuk kelima mahasiswa yang telah lolos Program MBKM Kampus Mengajar. Semoga perjalanan kalian dalam berbagi ilmu dan pengalaman menjadi penuh makna dan berkesan bagi semua pihak yang terlibat.
SelengkapnyaRabu, 19 Juli 2023 - Fakultas Kesehatan Masyarakat melakukan sebuah kegiatan pengabdian yang berfokus pada analisis mendalam terhadap sistem pengolahan sampah di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Wakonti. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari tiga tahapan pengolahan sampah yang ada di lokasi tersebut. Dengan melakukan penelitian dan pengamatan, fakultas ini berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.TPA Wakonti, yang terletak di daerah setempat, merupakan salah satu tempat penampungan akhir sampah bagi wilayah sekitar. Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat berusaha meningkatkan pemahaman tentang proses pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan, guna meminimalkan dampak negatifnya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.Fokus utama dari kegiatan ini adalah menganalisis tiga tahapan utama dalam sistem pengolahan sampah di TPA Wakonti, yaitu:Tahap Pengumpulan Sampah: Tim peneliti dan tenaga pengabdian dari fakultas bekerja sama dengan pihak terkait di TPA Wakonti untuk memahami dan mengevaluasi proses pengumpulan sampah. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sampah yang terkumpul sesuai dengan kriteria dan jenisnya, serta menilai efisiensi proses pengumpulan sampah secara keseluruhan.Tahap Penampungan Air Lindi: Air lindi adalah hasil samping dari proses dekomposisi sampah organik. Dalam tahap ini, tim peneliti meneliti bagaimana air lindi diolah dan ditampung dengan benar untuk mencegah pencemaran lingkungan. Evaluasi terhadap proses ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang upaya perlindungan terhadap kualitas air tanah di sekitar TPA.Tahap Pembuatan Kompos: Salah satu pendekatan yang ramah lingkungan dalam mengelola sampah adalah dengan pembuatan kompos. Tim peneliti menilai proses pembuatan kompos dari sampah organik yang ada di TPA Wakonti. Hal ini dilakukan untuk menilai tingkat efektivitas dan kualitas kompos yang dihasilkan, serta memberikan saran perbaikan jika diperlukan.Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak pengelola TPA Wakonti untuk meningkatkan kinerja sistem pengolahan sampahnya. Selain itu, data dan informasi yang terkumpul dari penelitian ini juga dapat dijadikan referensi oleh pihak terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.Dalam pernyataannya Dr. Rininta Andriani, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat menyatakan,"Kami berharap melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar TPA Wakonti. Pengelolaan sampah yang efisien dan efektif sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan."Dengan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini menjadi langkah konkret yang diambil oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Selengkapnya