research
  • 09 Oct
  • 2026

UNIDAYAN GELAR KULIAH UMUM PELAYANAN PUBLIK BERBASIS ELEKTRONIK, BAHAS INTEGRASI LAYANAN DAN TANTANGAN TRANSFORMASI DIGITAL

  • Oleh Unidayan Operator

Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Pelayanan Publik Berbasis Elektronik” pada Jumat (9/10/2026), bertempat di Baruga La Ode Malim, Kampus Unidayan, mulai pukul 13.30 WITA hingga selesai. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Dahyar Daraba, M.Si., Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Prof. Dahyar Daraba membahas konsep dan ruang lingkup pelayanan publik serta transformasi pelayanan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Materi tersebut menyoroti pentingnya pelayanan publik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga berbagai layanan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Pembahasan kemudian diarahkan pada penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna. Penerapannya diharapkan dapat mendorong pelayanan pemerintahan yang lebih terpadu, efektif, dan efisien.

Prof. Dahyar juga menguraikan berbagai bentuk layanan berbasis elektronik, antara lain e-office, e-planning, e-budgeting, e-procurement, layanan perizinan, kepegawaian, pengaduan, kesehatan, dan pendidikan. Ragam layanan tersebut menggambarkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung administrasi pemerintahan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat, aparatur sipil negara, dan pelaku usaha.

Salah satu poin penting dalam materi kuliah umum ini adalah keterpaduan antarkomponen SPBE. Penerapan layanan digital tidak cukup hanya dengan membangun aplikasi, tetapi perlu didukung oleh arsitektur sistem yang terintegrasi, keselarasan proses bisnis, pengelolaan data dan informasi, infrastruktur teknologi, serta sistem keamanan.

Materi tersebut turut menyoroti pentingnya integrasi perencanaan, penganggaran, pengadaan, data kepegawaian, kearsipan, dan pengaduan pelayanan publik. Keterpaduan ini diperlukan agar sistem yang dibangun oleh berbagai instansi dapat saling mendukung dan tidak berjalan secara terpisah.

Di sisi lain, transformasi pelayanan digital juga menghadapi sejumlah tantangan. Dalam presentasinya, Prof. Dahyar mengangkat persoalan gangguan aplikasi, kendala validasi data, keterjangkauan layanan, ancaman serangan siber, serta kesenjangan akses dan literasi digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan publik berbasis elektronik memerlukan kesiapan teknologi yang diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan tata kelola.

Selain aspek teknologi dan kelembagaan, materi kuliah umum turut menekankan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui standar pelayanan, mengawasi pelaksanaannya, menyampaikan pengaduan, serta memperoleh pelayanan yang berkualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan. Karena itu, penyelenggaraan layanan berbasis elektronik perlu tetap memperhatikan kemudahan akses, keterbukaan informasi, perlindungan data, serta mekanisme pengaduan yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Pada bagian kesimpulan, materi menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan dan pelayanan berbasis elektronik sangat bergantung pada keterpaduan faktor teknologi, kelembagaan, manusia, dan lingkungan. Transformasi digital bukan semata-mata proyek pengadaan teknologi, melainkan juga perubahan kelembagaan dan sosial yang menuntut birokrasi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui kuliah umum ini, sivitas akademika Unidayan diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai penerapan teknologi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk berbagai peluang dan tantangan yang menyertainya. Pemahaman tersebut relevan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat di era digital.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Unidayan dalam memperkaya wawasan akademik mahasiswa melalui forum ilmiah yang menghubungkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik penyelenggaraan pemerintahan.