research
  • 10 Oct
  • 2026

KABUT ASAP KIAN MENYELIMUTI BAUBAU, DUKUNG KAMPUS SEHAT UNIDAYAN DORONG KEPEDULIAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DAN CIVITAS AKADEMIKA

  • Oleh Unidayan Operator

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara memperingatkan potensi kabut asap kategori sedang pada 10–12 Oktober 2026, yang mencakup Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan wilayah sekitarnya. Berdasarkan informasi pemantauan sebelumnya, asap dari kebakaran di Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan berpotensi terbawa angin menuju wilayah Sulawesi Tenggara.

Informasi tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dan potensi dampaknya bagi kesehatan. Kabut asap dan partikel halus di udara dapat mengganggu kenyamanan beraktivitas, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan. Upaya ini tidak hanya relevan bagi sivitas akademika di lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat Kota Baubau yang setiap hari beraktivitas di tengah lingkungan sekitarnya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Baubau, Unidayan memiliki peran strategis dalam mendukung edukasi publik mengenai kesehatan lingkungan. Melalui penyebaran informasi dan penguatan kesadaran masyarakat, perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong perilaku hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap kualitas udara.

Menjaga kesehatan di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan ruang belajar, tetapi juga kesadaran terhadap kualitas udara dan kondisi lingkungan sekitar. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap selama beraktivitas.

Sebagai institusi pendidikan, Unidayan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan. Melalui penyebaran informasi, edukasi publik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta keterlibatan sivitas akademika, Unidayan dapat mengambil bagian dalam mendorong masyarakat Kota Baubau agar lebih peduli terhadap kondisi udara di sekitarnya.

Masyarakat diharapkan memahami bahwa menjaga kualitas udara bukan hanya persoalan individu, melainkan tanggung jawab bersama. Kesadaran untuk menghindari pembakaran terbuka, memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan, serta melindungi kelompok rentan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kesehatan.

Dalam mendukung budaya hidup sehat, sivitas akademika dan masyarakat dapat melakukan beberapa langkah pencegahan, terutama apabila kondisi udara di sekitar terlihat berkabut atau tercium bau asap. 

Pertama, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara memburuk. Kegiatan perkuliahan, olahraga, maupun aktivitas kemasyarakatan di ruang terbuka perlu mempertimbangkan kondisi udara setempat.

Kedua, menggunakan masker yang sesuai, seperti respirator N95, ketika harus beraktivitas di lingkungan berasap. Masker tersebut dapat membantu menyaring partikel halus, tetapi tidak melindungi dari semua jenis gas atau polutan.

Ketiga, menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan mengurangi masuknya asap dari luar. Penggunaan pendingin ruangan, ventilasi, dan penyaringan udara perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta ketersediaan fasilitas.

Keempat, meningkatkan perhatian terhadap kelompok yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung. Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan pernapasan yang memburuk, segera mencari pertolongan medis.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menghindari pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran terbuka yang dapat memperburuk kualitas udara di lingkungan permukiman. Komitmen terhadap lingkungan akademik yang sehat sejalan dengan upaya Unidayan dalam memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi. Sebelumnya, Unidayan telah menetapkan nomenklatur Kampus Tanpa Rokok sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Upaya tersebut menjadi salah satu landasan penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa kesehatan lingkungan kampus merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Semangat yang sama juga dapat diperluas ke lingkungan masyarakat melalui edukasi mengenai pentingnya udara bersih, pencegahan pencemaran, serta penerapan perilaku hidup sehat.

Ke depan, perguruan tinggi memiliki peluang untuk memperkuat kontribusi tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kampanye edukasi kesehatan lingkungan, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait. Dengan dukungan berbagai pihak, pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Baubau.

Melalui edukasi dan penerapan perilaku hidup sehat, Unidayan diharapkan terus menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup warganya serta masyarakat di sekitarnya.

Kampus sehat bukan semata-mata tanggung jawab institusi, melainkan komitmen bersama yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di tengah masyarakat Kota Baubau.