Baruga La Ode Malim - Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unidayan Tahun Akademik 2025/2026.Acara pembukaan ditandai dengan penyerahan secara simbolis mahasiswa PLP kepada sekolah mitra, yang menjadi agenda inti kegiatan. Langkah ini menegaskan komitmen Unidayan dalam menyiapkan calon guru profesional melalui pengalaman langsung di lapangan pendidikan.Turut hadir dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Rasmuin, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, yang mendampingi Rektor, serta Dekan FKIP, Haeruddin, S.Pd., M.A., bersama para pejabat lingkup FKIP Unidayan.Dalam arahannya, Rektor Unidayan menyampaikan bahwa kegiatan PLP bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter, keterampilan, dan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik. “Kami berharap mahasiswa FKIP dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, beradaptasi, serta memberikan kontribusi positif di sekolah mitra,” ungkapnya. Kegiatan PLP ini diikuti oleh mahasiswa FKIP dari berbagai program studi dan diawali dengan pembekalan yang dirancang untuk membekali peserta sebelum terjun langsung ke lapangan. Dengan adanya kegiatan ini, Unidayan menegaskan komitmennya dalam melahirkan tenaga pendidik yang unggul dan berdaya saing.#Unidayan #FKIPUnidayan #PLP2025 #PengenalanLingkunganPersekolahan #MahasiswaUnidayan #AkademikUnidayan #KampusBaubau
SelengkapnyaBaruga La Ode Malim - Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan BPK SULTRA Goes To Campus yang diselenggarakan di Baruga La Ode Malim pada Rabu, 6 Agustus 2025. Mengusung tema “Lebih Dekat Bersama BPK”, kegiatan ini merupakan inisiatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap tugas, fungsi, dan peran strategis BPK dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unidayan, Ir. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., yang menyambut baik sinergi ini sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan civitas akademika terkait pentingnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara.Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Imran, S.E., M.Acc., CSFA, CPA, Ak., CA, selaku Kepala Sekretariat BPK Perwakilan Provinsi Sultra, yang menyampaikan materi seputar kelembagaan BPK, tugas pokok dan fungsinya, serta kontribusi nyata BPK dalam menciptakan tata kelola keuangan negara yang bersih dan mendukung kesejahteraan masyarakat.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor, para Kepala Lembaga dan Dekan di lingkungan Unidayan, staf khusus BPK Sultra, serta perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi di Unidayan.Suasana kegiatan berlangsung semarak dengan sesi diskusi interaktif yang dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan kritis. Antusiasme peserta semakin meningkat dengan adanya souvenir menarik dari panitia, menambah kesan positif terhadap penyelenggaraan acara ini.Sebagai penutup, kedua belah pihak saling menyerahkan plakat sebagai simbol kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dengan lembaga negara, disusul dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi momen bersejarah tersebut.Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Unidayan mampu menjadi agen perubahan yang memahami pentingnya pengawasan keuangan negara serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.
SelengkapnyaUnidayan, 3 Agustus 2025 – Dalam momen penuh kebanggaan pada Wisuda Periode I Tahun 2025 Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), nama Nur Mar Ruhaida tampil sebagai sorotan utama. Mahasiswi asal Desa Burangasi Rumbia, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan ini dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98, dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian.Latar Belakang Keluarga yang MenginspirasiLahir dari keluarga petani sederhana, Ruhaida merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Sejak kecil, ia telah terbiasa membantu kedua orang tuanya mengolah lahan pertanian. Kehidupan yang penuh kerja keras, kedisiplinan, dan kebersamaan itulah yang membentuk karakternya hari ini.“Orang tua saya selalu mengajarkan untuk menghargai hasil jerih payah dan pentingnya tanggung jawab. Itu menjadi motivasi terbesar saya untuk terus belajar,” ujarnya dengan penuh haru.Motivasi Kuliah dan Pilihan Jurusan yang Berakar dari Kehidupan NyataMemilih melanjutkan pendidikan di Unidayan bukanlah tanpa alasan. Menurut Ruhaida, Unidayan memiliki reputasi baik di daerahnya dan juga jaraknya yang cukup dekat dari tempat tinggal, membuatnya tetap bisa bersama keluarga sambil mengenyam pendidikan tinggi.Kecintaannya terhadap dunia pertanian tumbuh sejak kecil, saat ia rutin membantu orang tua di kebun. Dari situlah muncul keinginannya untuk memperdalam ilmu di bidang Agroteknologi.“Saya ingin memahami lebih jauh teknologi dan ilmu pertanian agar bisa diterapkan di daerah saya. Saya percaya, pertanian adalah fondasi penting dalam pembangunan masyarakat,” tambahnya.Skripsi yang Berdampak Nyata bagi PetaniSebagai bukti dedikasinya, skripsi yang ia tulis mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan petani di lapangan:“Uji Adaptasi Teknologi Good Agricultural Practices (GAP) terhadap Peningkatan Kemampuan Petani dan Produktivitas Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Desa Simoro, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.”Penelitian ini dibimbing oleh Anggia, S.P., M.P dan Hasfiah, S.P., M.P.“Ruhaida adalah mahasiswi yang tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki semangat pengabdian yang luar biasa. Kami sangat bangga atas pencapaiannya sebagai lulusan terbaik, Semoga kesuksesan ini menjadi awal dari kontribusinya yang lebih besar di masa depan.” ungkap Anggia, S.P., M.P.Melalui skripsi ini, Ruhaida tidak hanya mengkaji secara ilmiah efektivitas teknologi pertanian, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas petani dan hasil produksi.Aktif di Organisasi dan Dunia SosialSelama masa kuliah, Ruhaida aktif dalam organisasi GENBI (Generasi Baru Indonesia) dan menjadi bagian dari Divisi Pengabdian Masyarakat pada periode 2022–2024. Pengalaman ini memperluas wawasannya tentang pentingnya kontribusi sosial mahasiswa kepada masyarakat.Tak hanya itu, ia juga mengikuti program Magang MBKM selama empat bulan di Yayasan Edufarmers Foundation, sebuah lembaga yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah.“Melalui magang ini, saya belajar langsung bagaimana menghubungkan ilmu pertanian dengan solusi nyata di lapangan. Itu pengalaman yang sangat membentuk pemikiran saya,” jelasnya.Empati dan Kepedulian SosialSalah satu pengalaman paling berkesan bagi Ruhaida adalah ketika ia menjadi relawan mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Desa Kokalukuna. Ia berbagi cerita tentang bagaimana ia belajar memahami dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan sabar dan penuh kasih.“Itu pengalaman yang sangat berarti. Saya jadi lebih memahami pentingnya pendidikan inklusif dan kepekaan sosial,” kenangnya.Strategi Belajar dan Prinsip HidupRahasia sukses Ruhaida selama kuliah adalah manajemen waktu yang baik, mencatat materi penting, menciptakan suasana belajar yang nyaman, dan rutin mengulang pelajaran. Ia memegang teguh prinsip disiplin dan konsistensi.Kutipan favoritnya berasal dari Tan Malaka:“Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.”Kutipan ini menjadi dasar bagi Ruhaida dalam menjalani hari-hari kuliahnya, menjadikan proses belajar bukan hanya soal akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter.Pesan, Kesan, dan HarapanDalam pesannya, Ruhaida mengungkapkan rasa syukur atas bimbingan para dosen dan dukungan teman-teman selama kuliah.“Unidayan memberikan banyak pelajaran berharga, baik dari akademik maupun pengalaman hidup. Saya merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari kampus ini,” tuturnya.Ia juga menyampaikan harapannya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus berkontribusi bagi pembangunan pertanian, terutama di daerahnya sendiri.Kisah Nur Mar Ruhaida bukan sekadar cerita tentang keberhasilan akademik, tetapi juga tentang ketekunan, pengabdian, dan harapan. Ia adalah simbol dari semangat anak-anak desa yang mampu bersaing di tingkat nasional, membuktikan bahwa dari ladang yang sederhana pun bisa tumbuh harapan yang besar.
Selengkapnya