"Sejarah Unidayan"

Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) Baubau didirikan atas dasar keterpanggilan moral untuk membangun Sumber Daya Manusia di daerah, dimana pada saat itu putra-putri Buton pada umumnya melanjutkan pendidikannya pada Perguruan Tinggi yang tersebar di Sulawesi Selatan dan pulau Jawa, sehingga yang berkesempatan melanjutkan pendidikan hanya masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas, sedangkan masyarakat yang berpenghasilan secukupnya terpaksa tidak melanjutkan pendidikan karena faktor biaya. Melihat fenomena tersebut para pendiri Universitas Dayanu Iksanuddin terpanggil untuk mendirikan Universitas Dayanu Iksanuddin sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab akan masa depan generasi Buton yang berkualitas dalam rangka mengisi pembangunan. Sebelumnya di Buton telah berdiri Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA), tetapi karena kondisi politik pada saat itu menyebabkan Universitas tersebut ditutup. Pada tahun 1982, Drs. H. La Ode Manarfa, Drs. La Ode Malim dan beberapa tokoh masyarakat Buton di Jakarta berinisiatif untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi di Baubau. Bersamaan dengan itu, maka dibentuklah Yayasan Pembina Universitas Dayanu Iksanuddin pada tanggal 23 Januari 1982. Susunan pendiri Universitas Dayanu Iksanuddin adalah:


1. Drs. H. La Ode Manarfa
2. Drs. La Ode Malim
3. Hj. Wa Ode Dawia Manarfa
4. Ir. H. Abdul Madjid Sarah
5. Hj. Wa Ode Almama Manarfa
6. Triatmoko Condronegoro, S.H
7. Ir. Madjid Ige

Universitas Dayanu Iksanuddin resmi berkiprah di dunia Pendidikan Tinggi pada tahun 1983. Berdasarkan Surat Keputusan MENDIKBUD NO. 0533/O/1986 Tanggal 5 Agustus 1986, Universitas Dayanu Iksanuddin terdaftar sebagai Universitas Swasta di lingkungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi dengan 4 (empat) Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Perikanan. Rektor pertama Universitas Dayanu Iksanuddin adalah Drs. La Ode Malim. Setelah wafatnya Drs. La Ode Malim pada tahun 1985, Ir. H. L.M. Sjamsul Qamar ditunjuk sebagai pelaksana Rektor sampai ditetapkan Rektor definitif yaitu Drs. H. La Ode Manarfa, dengan masa jabatan 1986-2002. Pada kepemimpinan Rektor kedua ini seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan tuntutan kebutuhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Universitas Dayanu Iksanuddin membuka 2 (dua) Fakultas baru yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum.

Sesuai dengan Keputusan Rapat Senat Universitas Dayanu Iksanuddin tanggal 30 Desember 2002, terpilih dan ditetapkan Rektor Universitas Dayanu Iksanuddin ketiga, yaitu Ir. H. Abdul Majid Sarah yang menjabat pada periode pertama dari tahun 2003-2007 dan periode kedua dari tahun 2007-2009. Pada masa kepemimpinan Rektor ketiga ini dicanangkannya Akreditasi untuk semua program studi dalam lingkup Universitas Dayanu Iksanuddin dan membuahkan hasil yakni 11 program Studi berhasil terakreditasi yaitu dua program studi memperoleh nilai B dan sisanya 9 program studi memperoleh nilai C. Pada masa kepemimpinan Rektor ketiga ini juga membuka satu Fakultas baru yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta membuka program studi baru yaitu Teknik Informatika, Agroteknologi, Akutansi serta Program Pascasarjana. Pada tahun 2009, Rektor Universitas Dayanu Iksanuddin ketiga berhalangan tetap (meninggal dunia), yang selanjutnya diangkat pelaksana tugas Rektor yakni dr. H. La Ode Izat Manarfa, M.Sc. Selanjutnya pada tahun yang sama, Senat Universitas Dayanu Iksanuddin mengangkat dan menetapkan pelaksana Rektor ketiga, yaitu La Ode Muhammad Arsal, S.Sos., M.Si. yang melaksanakan tugas Rektor dari tahun 2010 sampai 2011.

Pada tahun 2011, La Ode Muhammad Arsal, S.Sos., M.Si. terpilih dan dilantik sebagai Rektor definitif, dan menjabat sampai tahun 2015. Pada tahun 2015 sampai 2019 Universitas Dayanu Iksanuddin dipimpin oleh Ir. H. L.M. Sjamsul Qamar, M.T. sebagai Rektor ke lima. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdiri di pusat eks Kesultanan Buton, Universitas Dayanu Iksanuddin memiliki kebanggaan tersendiri untuk menjadikan nilai-nilai moral dan kearifan lokal sebagai hal yang fundamental dalam penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi. Oleh karena itu, Universitas Dayanu Iksanuddin memiliki ciri khas Akhlak dan Budaya sebagai perwujudan komitmen untuk melestarikan nilai-nilai budaya Buton (Wolio) ditengah kepungan budaya modern dan sekularisme. Ciri khas tersebut terimplementasi secara langsung ke dalam darma pendidikan dan pengajaran sebagai salah satu mata kuliah wajib pada setiap program studi.Saat ini kegiatan Universitas Dayanu Iksanuddin berada di dua tempat yaitu di Kampus Istana Ilmiah (Kantor Rektorat dan Pascasarjana) di Jl. Yos Sudarso No. 43 Baubau, Sulawesi Tenggara, di atas lahan seluas lebih dari 1 hektar, serta di Kampus Palagimata (Kantor Fakultas, Ruang Perkuliahan, LPM, LPPM, Laboratorium, gedung serba guna, perpustakaan, masjid, klinik, Sarana Olahraga dan Seni) Jl. Sultan Dayanu Ikhsanuddin No. 124 Kecamatan Betoambari Kota Baubau di atas lahan seluas lebih dari 2 hektar.